Mie Sakura Seblak Jeletot
Persaingan bisnis antar brand sudah jadi hal umum di Indonesia ini. Budaya "ikut-ikutan" pun menimpa para produsen mie instan. Satu bikin varian spageti, lainnya ikutan. Satu bikin rasa semur jengkol (misalnya), yang satunya bikin rasa semur jengkol juga.
Di rak minimarket langganan kutemukan Mie Sakura rasa Seblak Jeletot. Kupikir, wah berani juga mie ini bikin varian yang sama dengan Indomie. Aku sudah pernah coba Indomie Seblak Hot Jeletot dan bagiku itu endes (enak biarpun pedes). Apakah Mie Sakura ini seenak Indomie? Aku beli satu deh.
Bungkusnya berwarna merah tua, mengisyaratkan rasa extra hot. Saat kubuka, ternyata bumbunya cuma 2 : bumbu bubuk dan minyak bumbu. Nggak ada pelengkap apa-apa, maklum harga Rp. 2000. Bentuk mienya sih biasa aja. Cara memasaknya juga seperti biasa.
Begitu kucampur mie dengan kuah dan bumbu, seketika tercium aroma kencur. Aku nggak masalah dengan kencur karena aku suka mengunyahnya biar suara bagus....
Benar saja, saat kucicipi rasanya kencur banget, berpadu dengan cabai. Tapi oh no... rasa ini tak senikmat Indomie Seblak. Perpaduan kencur dan cabai yang kuat bikin rasa kuahnya pedas bercampur pahit. Nyaris tak terasa gurih.
Sepertinya mie ini jauh dari ekspektasi. Mungkin kalau harus repurchase, aku bakal tambahi kerupuk buat memperkaya rasanya.


Comments
Post a Comment