Indomie Mie Nyemek Banglahdes'e

Kalau dengar nama Indomie varian baru ini tentu yang terpikir pertama adalah negara Bangladesh. Yup, aku juga mikir gitu. Emang ada ya, mie khas Bangladesh? Tapi mie nyemek itu kan mie goreng yang dikasih kuah dikit, kok bisa ada di sana? 

Hasil searching mematahkan semua dugaan. Ternyata penamaan ini cuma plesetan. Mie Bangladesh ini sebenarnya mie nyemek dari  Sumatra Utara. Lho, apa pula ini? 

Jadi Mie Bangladesh adalah mie nyemek yang biasa didapat di warmindo (warung makan menyediakan Indomie) khususnya di Medan dan Aceh. Kenapa bawa-bawa nama Bangladesh itu masih misteri. Ada yang bilang pencipta mie ini punya nama panggilan "Bang Lades".  Versi lain berkata asal usul mie ini dari  Aceh, yakni warung dengan nama "Bang Lah" yang terletak di kampung Delima, Sigli. Juga ada yang mengatakan nama Bangladesh sekedar kiasan karena mie nyemek ini mengandung bumbu kari yang banyak dipakai di masakan Asia Selatan. Di Medan sendiri memang ada komunitas warga pendatang dari India dan sekitarnya. Nah, biar nggak menyinggung negara Bangladesh, penulisan nama mie ini diplesetkan menjadi Banglahdes, dan oleh pihak Indomie diubah lagi jadi Banglahdes'e 

Itulah ceritanya. Sekarang coba kita bikin. 


Secara bentuk, mienya nggak jauh beda dengan Indomie pada umumnya. Dari perbumbuan ada bumbu bubuk, minyak, dan kecap. Bedanya di sini nggak ada cabai bubuk atau saus sambal. Terus ada lagi bahan pelengkap berupa sayuran kering, yang saat kubuka isinya seperti daun bawang dan seledri cincang. 


So, rebus dulu mienya bersama sayuran kering sampai mendidih. Bumbu lainnya cukup dituang di piring seperti biasa. Habis itu... nah di sinilah uniknya, kita ambil air rebusan mie yang udah mendidih itu  sebanyak 12 sendok makan, tuang ke bumbu di piring. (standarnya segitu,  mau ditambahin atau dikurangin dikit juga boleh, asal jangan kebanyakan). 



Terus, perhatikan apakah mienya udah lunak. Kalau udah, tiriskan, lalu campurkan mie dengan bumbunya. 

Dan inilah mie nyemek Banglahdes'e 


Biarpun ini mie goreng dengan sedikit kuah, jangan kuatir akan hambar. Justru rasa dan aroma kari terasa nendang. Sebenarnya mirip-mirip sih dengan mie kare yang ngetop belasan tahun lalu (mahasiswa tahun 2000-an pasti tau lah). Di samping itu, kelebihan mie ini kita nggak perlu kasih sambal lagi , karena sudah ada rasa spicy dari bumbu kari nya. 

Yessss... bagiku Indomie Nyemek Banglahdes'e ini nilainya sekitar 8 dari 10 lah. Mungkin next kalau bikin lagi aku tambahin telur biar beneran ala warmindo. 

Comments

Popular Posts